Anak-anak merupakan anugerah Allah kepada manusia. Kehadiran
mereka dapat menjadi pendamai hati dan pelipur lara. Mereka ibarat bunga dan
mutiara dalam kehidupan dunia. Firman Allah SWT.:
Dihiasi dalam diri
manusia rasa kecintaan yang besar terhadap wanita, anak-anak, harta benda yang
banyak berupa emas dan perak, kuda tedatih, binatang ternak dan tanah ladang
Itulah perhiasan dalam kehidupan dunia. Dan Allah adalah sebaik-baiknya tempat kembali.
(Surat Ali Imran Ayat 14)
Harta dan anak-anak
itu adalah hiasan kehidupan di dunia. Sedangkan Al-Baqiyat ash‑Shalihat (segala
amalan baik yang Allah dari akan terabadikan) adalah lebih baik di sisi Allah
segi pahalanya dan lebih baik dari segi harapanya.(Surat Al-Kahfi Ayat 46)
b.
Anak-anak adalah penyelamat dan kebahagian di akhirat.
Firman Allah SWT:
orang digadaikan dengan pef buatannya.(Surat At-Tur
Ayat 21)
Dan orang-orang yang
beriman dan anak-anaknya mengikuti mereka dengan keimanan, maka Kami akan nmriywrilkan anak turun mereka kepada
derayat mereka di surga. Dan Kami tidak merigUrdngi pahala anak mereka (orang
tua) sedikit pun. Setiap
Rasulullah SAW bersabda:
اَنَّ الرَّجُلَ لَتَرَفَعُ دَرَجَتُهُ
فِي الْجَنَّةِ فَيَقُوْلُ اَنَّى هّذَا فَيُقَالُ بِا سْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ (رواه
ابن ماجه في كتاب الأدب - قال السيخ الأنباني : حسن)
Sesungguhnya seorang
laki-laki niscaya diangkat derajatnya di surga, maka dia bertanya, 'Bagaimana
says ini?" Maka dijawab, 'Sebab permohonan ampunan anakmu bagimu.
Diriwayatkan dari
Rasulullah SAW bersabda:
حَامِلُ اْلقُرْآنِ اِذَا عَمِلَ بِهِ فَأَ
حَلَّ, حَلاَلَهُ وَحَرَّمَ حَرَامَهُ يَشْفَعُ فِي عَشْرَةٍ مِنْ أِهْلِ بَيْتِهِ
يَوْمَ اْلقِيَامَةِ كُلُّهِمْ قَدْوَجَبَتْ لَهُمُ النَّارُ (رواه
البيهقي فيشعب الإيمان عن جابر)
Pembawa AI-Qur'an
ketika dia mengamalkannya, dia menghalalkan apa yang telah dihalalkan setts
mengharamkan apa yang telah d1haramkan oleh Al Qur 'an, maka dia dapat memberi
pedolongan kepada 10 ahli rumahnya pada hari q1yamah yang kesemuanya sungguh
wajib masuk neraka.
Rasulullah
SAW bersabda:
إِذَا مَاتَ
اْلإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةُ
أَوْعِلْمِ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ (رواه
مسلم في كتاب الوصية)
Ketika manusia telah meninggal, maka akan putus semua
amalannya kecuali tiga perkara: shadaqah yang mengalir, Amu yang diambil
manfaatnya, dan anak shalih yang mendoakan orang tuanya. Di sisi lain anak juga
merupakan fitnah (kerusakan, kesusahan, keresahan, malapetaka bahkan menjadi
musuh bagi orang tua). Jika tidak hati-hati dan baik dalam mendidik, mereka
bisa menyebabkan penyesalan di dunia dan akhirat.
Oleh
karena itu Allah mengingatkan:
Ketahuilah bahwa harta dan anak-anak kalian itu merupakan ujian, dan bahwa disisi Allah
terdapat pahala besar. ( Surat Al-Anfal Ayat 28 )
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya ada
diantara istri-istri dan anak-anak kalian adalah musuh bagi kalian, maka
berhati-hatilah terhadap mereka ! Dan jika kalian memafkan, berlapang dada dan
mengampuni mereka maka sesungguhnya Allah Maha pengampun.( Surat At-Tagobun
Ayat 14 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar