Pentingnya Pembinaan Generus

  PENDAHULUAN   
  1. DASAR, MOTIVASI DAN TUJUAN PEMBINAAN
  2. TIGA TARGET KEBERHASILAN GENERUS (GENERASI PENERUS)
  3. PERAN GENERASI TUA DAN UPAYA YANG HARUS DILAKUKAN
  4. PENUTUP

I.          PENDAHULUAN
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Azza wa Jalla atas segala nikmatNya terutama nikmat hidayah, sehingga kita bisa melaksanakan ibadah dengan benar dengan menetapi kebenaran agama seutuhnya
Pembinaan, pengembangan dan pelestarian generasi penerus (Generasi Emas) secara bersambung, turun temurun ilaa yaumil qiyamah, maka para generasi penerus mulai caberawit (anak-anak yang sudah bisa menerima pelajaran) harus sudah diberi pembinaan sejak dini yang khusus dalam hal agamanya, sehingga mampu meneruskan keberhasilan dan kesuksesan generasi pendahulunya.
Di sisi lain, Generasi penerus harus berupaya untuk meraih sukses masa depannya, sebagai makhluk sosial yang tidak lepas dari tanggung jawab keluarga yang saat mungkin belum terlintas di benak mereka, bahwa mereka harus menghadapi kerasnya kehidupan, ketatnya persaingan dan beratnya beban kehidupan.
Maka dalam hal ini yang harus bertanggung jawab untuk, membentuk, mendesain dan mereka menjadi generasi yang ideal, sukses dan unggul di zamannya.

II.            DASAR, MOTIVASI DAN TUJUAN PEMBINAAN
Pelestarian Pengajaran Kitab Qur'an Hadits
Pengajaran Kitab Qur'an Hadits  ini wajib kita wariskan kepada anak-anak kita sebagai generasi perjuangan, betapa besar kesalahan kita, jika anak-anak kita tidak lagi bisa menetapi keberhasilan menetapi Qur'an Hadits karena kelengahan kita. Karena hakekatnya apa yang kita capai hari ini adalah hasil perjuangan masa lampau, sedangkan apa yang akan kita peroleh masa mendatang adalah tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini. Ingatlah yang pernah dikatakan oleh sahabat Salman Al Farisy:
Artinya: Tidak henti-hentinya manusia dalam keadaan baik, selama generasi tua hidup dan generasi muda mau belajar I1mu darinya. Maka jika generasi tua mati sebelum generasi muda belajar ilmu darinya, maka rusaklah manusia.

Rekruitmen dan Regenerasi
Sudah menjadi sunnah Alloh, bahwa manusia yang diciptakan oleh Allah di muka bumi akan selalu gilir-gumanti (silih-berganti), dari zaman ke zaman, generasi ke generasi ­sejak Nabi Adam sampai hari kiamat. Demikianlah, proses alih generasi itu berada secara alamiah, sesuai dengan mekanismenya, sampai kemudian diutuslah Muhammad SAW sebagai khotamun nabiyyin (penutup para nabi). Maka bersamaan itu lahirlah generasi baru ummat penyembah Allah, yaitu ummat Muhammad sebagai khalifa fil ardi. Firman Allah dalam Al qur'an Surat Yunus Ayat 14:


Artinya: Kemudian Kami jadikan kalian (ummat Muhammad) sebagai generasi pengganti di bumi ini, setelah mereka (ummat-ummat terdahulu), agar bagaimana kalian beramal (untuk mentho’atiNya).

Di dalam hadits Ibnu Majah fi kitabi muqoddimah juga diterangkan:
Artinya: Tidak henti-hentinya Allah selalu menanam dalam agama ini, tanaman (generasi) yang Allah menjadikan mereka sebagai pekerja (pejuang-pejuang) dalam urusan kethoatan kepadaNya.

Dalam perkembangannya, setelah mengalami pasang surut, akhirnya sampai jualah Agama Islam yang haq ini di bumi persada Nusantara, melalui suatu proses perjuangan pemurnian agama. Ini semua adalah berkat pertolongan Allah atas keseriusan dan kesungguhan perjuangan generasi pendahulu kita, yang kemudian semangat juang itu ditanamkan kepada generasi sekarang dan seterusnya menjadi tanggung jawab generasi sekarang untuk mewariskan kepada generasi mendatang. Dengan demikian, maka cita­-cita luhur untuk melestarikan Qur'an Hadits Jama'ah ini, dengan idzin Allah 'Azza wa Jalla akan menjadi kenyataan.
Seiring dengan perkembangan yang semakin pesat, kegiatan rutin baik ditinjau dari sisi kualitas maupun kuantitasnya semakin tinggi, permasalahan yang ada dalam juga semakin banyak dan beragam, maka penggalian potensi untuk mempersiapkan proses regenerasi dan rekruitmen dari generus untuk mendampingi generasi sekarang maupun menggantikan generasi terdahulu, merupakan kebutuhan yang sangat mendesak.
Kita semua pasti berharap bahwa manusia di masa mendatang harus lebih faham, lebih solid, rukun dan kompak, lebih mutawari' dan zuhud, lebih sakdermo dan tha'at, lebih takut terhadap dosa dan maksiyat serta takut pada koruspsi, lebih lancar dan berkembang dengan pesat. Maka sudah pasti yang harus dimiliki oleh generasi penerus adalah kefahaman agama, memiliki akhlaq yang mulia dan thobiat yang baik serta mengenal dan memahami semua aspek perjuangan, agar alih tongkat estafet kepemimpinan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan kepentingan perjuangan cita-cita pendahulu kita.

 Anak adalah Tambang Emas bagi Orang Tua
Semua orang tua yang berakal sehat pasti berharap anak-anaknya kelak menjadi anak yang shalih dan shalihah serta sukses dalam segala hal baik urusan dunia maupun akhirat. Sebab salah satu kebahagiaan manusia adalah manakala mempunyai anak yang shalih dan shalihah. Sebagaimana sabda Nabi SAW diriwayatkan Ibni Asakir:
Artinya: Ada empat hal yang merupakan kebahagiaan seseorang, yaitu.- bila mempunyai istri yang shalihah, anak-anaknya baik-baik, teman bergaulnya orang-orang yang shalih dan rizqinya ada di negaranya sendiri.

Dan jika orang tua telah meninggal dunia, dengan meninggalkan anak yang shalih, pahala akan terus mengalir dari sebab do’a dan amal baik anaknya. Sebagaimana diterangkan dalam hadits di riwayatkan abu daud fi kitabil wasoya:
Artinya: Ketika manusia telah mati, maka putuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu shodaqoh jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang selalu mendo’akan kepadanya

Dan diriwayatkan ahmad dari abi hurairah
Artinya: Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di dalam surga, lalu ia berkata (keheranan), "Wahai Tuhanku, dari mana derajat setinggi ini aku peroleh?" Allah menjawab, "Ini disebabkan permohonan ampunan (istighfar) anakmu untukmu.

Menyelamatkan Anak-anak dari Fitnah Akhir Zaman
Kalau kita mengamati perilaku anak-anak nakal tidak ibadah kebanyakan saat ini sungguh memprihatinkan. Kejahatan yang mereka lakukan sudah benar-benar jauh di luar batas kewajaran. Artinya kejahatan dan kemaksiyatan yang biasanya dilakukan oleh orang dewasa, kini sudah banyak dilakukan oleh anak-anak bahkan anak-anak yang termasuk katagori dibawah umur. Apalagi dari tahun ke tahun keadaan zaman tidak semakin baik tetapi kemaksiyatan justru semakin marak, sebagaimana diriwayatkan dari Rasulullah SAW dalam Hadit bukhori :
Artinya: Bersabarlah, sesungguhnya tidak akan datang suatu zaman, kecuali zaman yang akan datang lebih buruk (keadaannya) daripada zaman sebelumnya, sampai kalian berjumpa pada Tuhan kalian (mati).

Dengan kecanggihan teknologi informasi, jika digunakan secara negatif, cepat atau lambat kerusakan itu juga akan mempengaruhi anak-anak yang baik. Maka tidak ada yang mampu menghentikan derasnya arus kemaksiyatan itu, dan tidak ada perisai yang bisa membentengi anak-anak yang baik dari hujaman tajamnya fitnah akhir zaman kecuali ilmu dan kefahaman. Maka generasi sekarang tidak boleh kalah walau selangkah dengan kegigihan Iblis dan syetan didalam memperdaya anak cucu Adam

III.            TIGA TARGET KEBERHASILAN GENERUS
1.      Mempunyai Ilmu dan Faham Agama (‘Alim Dan Fakih)
Sabda Nabi SAW Riwaya hadits bukhori fi kitabil ilmi
Artinya: Akan datang suatu fitnah, dimana seorang laki-laki, menjadi orang iman di pagi hari dan menjadi kafir di sore hari, kecuali orang yang dihidupkan Allah dalam ilmu (‘alim)

Dan ucapan Umar bin Khotthob:
Artinya: Mencarilah kefahaman (agama) sebelum kalian semua diserahi tanggung jam (sebagai pemimpin).

Maka tidak bisa ditawar lagi bahwa generasi penerus harus menjadi orang yang 'Alim (memiliki ilmu Qur'an Hadits) dan Fakih (memahami garis-garis dan peraturan-peratu Allah-Rasul), sebagai bekal beribadah kepada Allah dan bekal untuk kelangsung perjuangan Qur'an Hadits ilaa yaumil qiyamah. Sebab generasi yang bodoh dan tidak faham agama akan merusak diri dan keluarganya dan merusak kelangsung orang iman jika diserahi menjadi pemimpin negaranya.

'Alim dan faqih yang dimaksudkan adalah:
a.      Mengerti dan memahami bahwa ia sebagai hamba Allah, dituntut suatu kewajiban yang tidak bisa diwakilkan kepada siapapun dan ditunda sesaatpun, yaitu beribadah kepada Allah.
b.      Mengerti dan memahami bahwa tidak semua ibadah yang diterima oleh Allah, tetapi ibadah yang benar dan diterima Allah adalah ibadah yang benar-benar "Mukhlishina lahuddin", dikerjakan secara murni. Artinya, murni pedomannya (Al-Qur'an dan Al-Hadits), murni pengamalan artinya tidak dicampuri dengan bid'ah, khurofat, syirik, tahayyul dan murni niat artinya mengharap surga Allah, ingin terhindar dari neraka Allah.
c.      Mengerti dan memahami bahwa menetapi Qur'an Hadits dengan cara Mengaji, Mengamal, Membela/mendanai, Bersilaturahim dan Ketaatan adalah menetapi jalan menuju surga selamat dari neraka.
d.      Mengerti dan memahami terhadap peraturan Allah-Rasul berupa perintah dan larangan, halal dan haram, dosa dan pahala, yang semua itu pasti ada balasannya, yaitu berupa surga atau neraka.
e.      Mengerti dan memahami bahwa agama Allah yang haq ini harus diperjuangkan dikembangkan, dijaga dan dilestarikan. Dengan ilmunya, ia harus mengajarkannya, dengan lisannya, ia harus bertabligh untuk amar ma'ruf nahi mungkar, dengan tenaganya, ia harus berbuat sesuatu yang bermanfaat, dengan hartanya, ia harus membela untuk membiayai dan mendanai kebutuhan-kebutuhan sabilillah.
f.       Mengerti dan memahami bahwa demi kelangsungan dan kelestarian agama Allah yang haq ini, ia harus mempersiapkan generasi berikutnya, sebagaimana ia telah dibentuk oleh generasi pendahulunya.

2.      Berakhlaqul Karimah
Salah satu misi Rasulullah SAW dalam mengembangkan amanat Allah adalah menyempurnakan akhlaq yang mulia dan beliau sendiri telah menunjukkan keteladannya dengan akhlaqul karimah kepada ummatnya baik didalam pergaulan, memimpin ummat dan mensyiarkan Agama Islam. Disamping itu akhlaq yang mulia sesungguhnya adalah akhlaqnya orang iman, akhlaq yang dicintai oleh Allah dan akhlaqnya ahli surga. Oleh karena itu sudah selayaknya anak-anak generasi penerus dan sebagai pribadi orang iman harus memiliki akhlaq mulia bagi Allah dan mulia bagi manusia yang dimuliakan Allah,
Kita perhatikan dalil-dalil dalam firman Allah surat Al Ahsab:21 
Artinya: Sesungguhnya telah ada pada diri Rosululloh itu suri teladan yang baik (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (bertemu) Allah dan (kebahagian) di hari kiamat dan dia banyak di dzikir kepada Allah

Dan Firman Allah Surat Al Qolam:4

Artinya: sesungguhnya engkau (Muhammad) niscaya memiliki akhlaq yang mulia

Dengan memiliki akhlaqul karimah anak-anak akan menjadi orang yang terhormat dan dengan demikian kehadirannya akan diterima dengan baik dan penuh kebanggaan oleh lingkungannya, baik di dalam orang islam itu sendiri maupun di kalangan masyarakat umum, dan juga sebagai sarana amar ma'ruf bilhal. Kongkritnya, akhlaqul karimah yang harus dimiliki oleh generus adalah:
  1. Mengerti dan memahami serta bisa mempraktekkan bertatakrama yang sesuai dengan tuntunan agama, budaya bangsa, adat istiadat dan norma yang berlaku di tengah masyarakat yang tidak bertentangan dengan agama.
  2. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka harus mengerti dan memahami hak-haknya pemimpin para pengurus, para ulama', para guru, para muballigh dan orang-orang yang dituakan serta orang-orang yang diamanati dikalangan kamu sekalian.
  3. Dalam keluarga, mereka harus mengerti dan memahami hak-haknya orang tua, memahami jasa besar kedua orang tuanya, wajibnya tha'at terhadap kedua orang tua terutama ibunya dan beratnya resiko serta siksaan yang Allah berikan baik di dunia maupun di akhirat, jika berperilaku tidak baik, menyakiti hati apalagi menentang kepada kedua orang tua.
  4. Dalam pergaulan dengan. teman sesama muslim, mereka harus mengerti dan memahami bahwa, teman-teman musllim adalah teman sejati dari hidup sampai mati, teman setia dari dunia sampai surga. Maka mereka harus merasa lebih nyaman, tenang dan bangga bergaul dengan teman sesama muslim.
  5. Dalam pergaulan di tengah masyarakat, mereka harus mengerti dan memahami bahwa dirinya adalah merupakan bagian dari masyarakat pada umumnya, sehingga mereka harus bisa berinteraksi dengan baik, tidak mengasingkan diri (eksklusif) dengan tetap menjaga dirinya sebagai orang muslim, berpengaruh dan tidak terpengaruh, tetap bisa menjaga kehormatan dirinya, keluarganya dan orang muslim serta tetap mempertahankan kefahaman agamanya.
  6. Berusaha menjadi orang yang terbaik dilingkungannya, terutama bisa menunjukkan sebagai pribadi yang jujur dan amanah, dua sifat yang amat mahal harganya, yang saat ini hampir punah dalam kehidupan masyarakat.
3.      Mandiri
Generasi tua tentunya ingin meninggalkan generasi penerusnya dalam keadaan kuat, baik secara jasmani, rohani maupun ekonomi dan tidak ingin meninggalkan generasi penerusnya dalam keadaan lemah dan dhu'afa'. Generasi yang lemah dalam ekonominya dapat mempengaruhi semangat perjuangan, karena harus memikirkan keperluan perut yang merupakan kebutuhan yang paling mendasar pada diri manusia.
Target ini dimaksudkan untuk mengarahkan generasi penerus pada kemandirian hidup. Yaitu agar mereka memiliki ketrampilan berupa kecakapan/keahlian pekerjaan/usaha, yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya. Dengan ketrampilan yang mereka miliki, mereka akan lebih percaya diri dan bersemangat dalam perjuangan agama Allah. Dengan dukungan ekonomi yang mantap, selain bisa mencukupi kebutuhan hidupnya, urusan ibadahnya juga lancar. Karena di zaman sekarang ini, baik urusan dunia maupun akhirat, semuanya memerlukan biaya untuk kelancarannya. Pepatah Jawa mengatakan "Jer basuki mown bed'. Di dalam hadits juga diterangkan dalam riwayat Tobroni
Artinya: Ketika di akhir zaman, tidak bisa tidak (suatu keharusan) bagi manusia menggunakan dirham dan dinar untuk menegakkan agama dan urusan dunianya.

Di dalam hadits yang lain juga diterangkan tentang perlunya mencari penghidupan dunia dan akhirat secara seimbang, sebagaimana dalam riwayat Ibnu Majah tersebut di bawah ini:
Artinya: Sebesar-besarnya cita-cita manusia adalah orang iman yang bercita-cita ingin meraih sukses urusan dunia dan urusan akhiratnya.

Dan hadits riwayat ibni Asakir dari anas
Artinya: Tidak ada sebaik-baiknya kalian orang yang meninggalkan dunianya karena (urusan) akhiratnya, dan tidak meninggalkan akhiratnya karena (urusan) dunianya sehingga dia mendapatkan dari kesemuanya. Maka sesungguhnya dunia itu bekal untuk menuju akhirat Dan janganlah kalian menggantungkan pada manusia.

Mengingat peran ganda dan tanggung jawab generasi penerus di masa yang akan datang sangat berat, yaitu di satu sisi mereka harus bertanggung jawab terhadap diri dan keluarganya dan di satu sisi mereka harus meneruskan perjuangan agama, maka sejak sekarang mereka sudah harus melakukan sesuatu yang terencana dan terarah untuk meraih kesuksesan masa depannya, antara lain yaitu:
  1. Jika generasi penerus mempunyai kemampuan, dalam arti otaknya cerdas, biaya tersedia, dan akhlaqnya baik, maka mereka harus didorong untuk meraih pendidikan umum yang setinggi-tingginya.
  2. Belajar keterampilan, baik melalui kursus-kursus dan pelatihan, atau dengan cara magang di perusahaan-perusahaan untuk memperoleh pengalaman kerja dan pengetahuan tentang seluk-beluk berusaha atau mengelola sebuah usaha sehingga mempunyai penghasilan yang layak.
  3. Sejak kecil sudah dibiasakan membantu meringankan beban dan kesibukan orang tua atau bila memungkinkan membantu pekerjaan orang tua.
  4. Mereka harus mengerti dan memahami bahwa betapa kerasnya kehidupan dan sulitnya mencari pekerjaan sekarang ini. Maka mereka tidak boleh malu-malu dalam melakukan suatu usaha apapun, yang penting benar, halal, menghasilkan dan barokah.

IV.              PERAN GENERASI TUA DAN UPAYA YANG HARUS DILAKUKAN

Dalam keberhasilan peramutan generasi penerus sudah didalamnya orangtua yang bertanggung jawab pembinaan generus dalam islam yang disebut Lima unsur/penunjang keberhasilan generasi penerus yang terdiri dari
1.         Pemimpin/pejabat pemerintah ditempatnya
2.         Pengurus-Pengurus
3.         Muballigh-Muballighot/Ustadz-Ustadzah
4.         Orang Tua
5.         Pakar Pendidik

Kemudian penunjang lain yang bisa menjalankan kesemuanya ini itu harus ada yang menggerakkan pembinaan peramutan generasi penerus yaitu di sebut Penggerak Pembina Generasi Penerus (PPG) adalah membina dan melaksanakan teknis pembinaan generasi penerus yang terdiri dari tugas dan fungsi :
1.         Melaksanakan Program Pembinaan Generus (Caberawit – Pra Remaja – Remaja)
2.         Mengontrol Pelaksanaan Kegiatan di Masing-Masing Tempat Pengajian
3.         Mengevaluasi Hasil Pembinaan
4.         Memberikan Penyuluhan dan Dorongan Kepada Para Orang Tua Generasi Penerus
5.         Mengadakan Musyawarah Rutin Untuk Selanjutnya Dilaporkan Kepada Lima Unsur 

1.    Melaksanakan Program Pembinaan Generus (Caberawit – Pra Remaja – Remaja)
o   Mempelajari dan mentelaah buku  program pembinaan dan buku panduan
o   Mengidentifikasi ( mengenali ) potensi dan kondisi tiap tempat pengajian.
o   Menyusun jadwal kegiatan pelaksanaan program di tiap tempat pengajian
o   Membentuk asisten guru dari pra remaja  dan remaja.
o   Memiliki buku program pembinaan dan buku panduan.

2.    Mengontrol Pelaksanaan Kegiatan di Masing-Masing tiap tempat pengajian
Membuat buku penghubung  antara guru / penyaji materi/ dengan orang tua, yang memuat :
o   Daftar isian sima’an  ( buku kontrol ) antara anak dan orang tua.
o   Daftar isian kontrol amalan harian

3.    Mengevaluasi Hasil Pembinaan
ž  Pencapaian target hasil pembinaan yang telah ditentukan.
ž  Menginventarisasi kendala – kendala yang ditemui
ž  Membuat program remedial (pengulangan )
4.    Memberikan Penyuluhan dan Dorongan Kepada Para Orang Tua Generus
ž  Mengadakan pertemuan rutin dengan orang tua/wali secara berkala.
ž  Mengadakan pertemuan khusus bagi anak yang bermasalah

5.    Mengadakan Musyawarah Rutin untuk Selanjutnya di laporkan Kepada Lima Unsur 
ž  Evaluasi program
ž  Menyusun program tindaklanjut

6.    Tahapan Pelaksanaan Program Pembinaan Generus
1.         Di suatu tingkatan kecamatan membentuk “Penggerak Pembina Generus” (PPG) dengan menunjuk koordinator dan anggota sesuai kebutuhan/ keperluan
1.        PPG menyusun program pembinaan, kurikulum dan target pembinaan berdasarkan program
2.        PPG menetapkan jadwal musyawarah rutin
3.        Menyiapkan tenaga pengajar di tiap-tiap tempat pengajian

2.    Menyiapkan sarana antara lain :
-          Tempat kegiatan (ruang belajar)
-          Meja-kursi / bangku
-          Papan tulis / white board
-          Alat praga / gambar-gambar
-          Buku paket dan alat-alat pendukungnya
-          Pakaian seragam
-          Overhead projektor (ohp) / LCD
-          Komputer
-          Tempat serta  alat olah raga dan bermain

3.      Pengurus muda-mudi disuatu masjid mendata, mengelompokkan generus, menentukan tempat dan jadwal kegiatan belajar-mengajar
4.      PPG mengadakan sosialisasi program pembinaan kepada seluruh orang tua tentang:
Ø  Hak dan kewajiban orang tua
Ø  Hak dan kewajiban anak
Ø  Program pembinaan generous

5.      PPG mengadakan pengawasan langsung dan evaluasi hasil kegiatan belajar-mengajar
Ø  menyusun instrumen monitoring dan evaluasi
Ø  melaporkan  hasil  kbm kepada orangtua

6.      PPG mengadakan pembinaan / pelatihan kepada pelaksan kegiatan belajar mengajar dengan materi :
Ø  metodologi iqro’ / tilawati
Ø  metode  pengajaran
Ø  psikologi  pendidikan  anak

7.      Menyusun anggaran kegiatan



  1. PENUTUP
Pembinaan generus sangat penting untuk menjamin kelangsungan Qur’an Hadits ilaa yaumil qiayamah. Sebab orang mukmin yang bisa menetapi Qur’an Haadits adalah bisa masuk surga selamat dari neraka. Maka kita semua harus satu kata, satu bahasa dalam pembinaan generasi penerus harus sukses.
Sehingga di dunia Negara kita bisa aman, tidak ada Korupsi Kolusi Nepotisme, dan tidak ada teroris dan lain sebagai yang bersifat perbuatan2 dosa & tidak kerukunan serta anak turun kita semua baik mati sewaktu-waktu bisa masuk surge selamat dari neraka

NB.
Apabila ada kata yang tidak  baik dan tidak tersusun, maka kami mohon masukannya



Tidak ada komentar: