PENDAHULUAN
- DASAR, MOTIVASI DAN TUJUAN PEMBINAAN
- TIGA TARGET KEBERHASILAN GENERUS (GENERASI PENERUS)
- PERAN GENERASI TUA DAN UPAYA YANG HARUS DILAKUKAN
- PENUTUP
I.
PENDAHULUAN
Puji syukur kita
panjatkan ke hadirat Allah Azza wa Jalla atas segala nikmatNya terutama nikmat
hidayah, sehingga kita bisa melaksanakan ibadah dengan benar dengan menetapi
kebenaran agama seutuhnya
Pembinaan,
pengembangan dan pelestarian generasi penerus (Generasi Emas) secara bersambung,
turun temurun ilaa yaumil qiyamah, maka para generasi penerus mulai caberawit
(anak-anak yang sudah bisa menerima pelajaran) harus sudah diberi pembinaan
sejak dini yang khusus dalam hal agamanya, sehingga mampu meneruskan
keberhasilan dan kesuksesan generasi pendahulunya.
Di sisi lain,
Generasi penerus harus berupaya untuk meraih sukses masa depannya, sebagai makhluk
sosial yang tidak lepas dari tanggung jawab keluarga yang saat mungkin belum
terlintas di benak mereka, bahwa mereka harus menghadapi kerasnya kehidupan, ketatnya
persaingan dan beratnya beban kehidupan.
Maka dalam hal
ini yang harus bertanggung jawab untuk, membentuk, mendesain dan mereka menjadi generasi yang ideal, sukses dan
unggul di zamannya.
II.
DASAR, MOTIVASI
DAN TUJUAN PEMBINAAN
Pengajaran Kitab Qur'an Hadits ini wajib kita wariskan kepada anak-anak
kita sebagai generasi perjuangan, betapa besar kesalahan kita, jika anak-anak
kita tidak lagi bisa menetapi keberhasilan menetapi Qur'an Hadits karena
kelengahan kita. Karena hakekatnya apa yang kita capai hari ini adalah hasil
perjuangan masa lampau, sedangkan apa yang akan kita peroleh masa mendatang
adalah tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini. Ingatlah yang pernah
dikatakan oleh sahabat Salman Al Farisy:
Artinya: Tidak
henti-hentinya manusia dalam keadaan baik, selama generasi tua hidup dan
generasi muda mau belajar I1mu darinya. Maka jika generasi tua mati sebelum
generasi muda belajar ilmu darinya, maka rusaklah manusia.
Rekruitmen dan Regenerasi
Sudah menjadi
sunnah Alloh, bahwa manusia yang diciptakan oleh Allah di muka bumi akan selalu
gilir-gumanti (silih-berganti), dari zaman ke zaman, generasi ke generasi
sejak Nabi Adam sampai hari kiamat. Demikianlah, proses alih generasi itu berada
secara alamiah, sesuai dengan mekanismenya, sampai kemudian diutuslah Muhammad
SAW sebagai khotamun nabiyyin (penutup para nabi). Maka bersamaan itu
lahirlah generasi baru ummat penyembah Allah, yaitu ummat Muhammad sebagai khalifa
fil ardi. Firman Allah dalam Al qur'an Surat Yunus Ayat 14:
Artinya: Kemudian
Kami jadikan kalian (ummat Muhammad) sebagai generasi pengganti di bumi ini,
setelah mereka (ummat-ummat terdahulu), agar bagaimana kalian beramal (untuk
mentho’atiNya).
Di dalam hadits Ibnu Majah fi kitabi
muqoddimah juga diterangkan:
Artinya:
Tidak henti-hentinya Allah selalu menanam dalam agama ini, tanaman
(generasi) yang Allah menjadikan mereka sebagai pekerja (pejuang-pejuang) dalam
urusan kethoatan kepadaNya.
Dalam perkembangannya,
setelah mengalami pasang surut, akhirnya sampai jualah Agama Islam yang haq ini
di bumi persada Nusantara, melalui suatu proses perjuangan pemurnian agama. Ini
semua adalah berkat pertolongan Allah atas keseriusan dan kesungguhan
perjuangan generasi pendahulu kita, yang kemudian semangat juang itu ditanamkan
kepada generasi sekarang dan seterusnya menjadi tanggung jawab generasi
sekarang untuk mewariskan kepada generasi mendatang. Dengan demikian, maka cita-cita
luhur untuk melestarikan Qur'an Hadits Jama'ah ini, dengan idzin Allah 'Azza wa
Jalla akan menjadi kenyataan.
Seiring dengan
perkembangan yang semakin pesat, kegiatan rutin baik ditinjau dari sisi
kualitas maupun kuantitasnya semakin tinggi, permasalahan yang ada dalam juga
semakin banyak dan beragam, maka penggalian potensi untuk mempersiapkan proses regenerasi dan rekruitmen dari generus untuk mendampingi generasi sekarang maupun
menggantikan generasi terdahulu, merupakan kebutuhan yang sangat mendesak.
Kita semua pasti
berharap bahwa manusia di masa mendatang harus lebih faham, lebih solid, rukun dan
kompak, lebih mutawari' dan zuhud, lebih sakdermo dan tha'at, lebih takut
terhadap dosa dan maksiyat serta takut pada koruspsi, lebih lancar dan
berkembang dengan pesat. Maka sudah pasti yang harus dimiliki oleh generasi
penerus adalah kefahaman agama, memiliki akhlaq yang mulia dan thobiat yang
baik serta mengenal dan memahami semua aspek perjuangan, agar alih tongkat
estafet kepemimpinan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan kepentingan
perjuangan cita-cita pendahulu kita.
Anak adalah
Tambang Emas bagi Orang Tua
Semua orang tua
yang berakal sehat pasti berharap anak-anaknya kelak menjadi anak yang shalih dan
shalihah serta sukses dalam segala hal baik urusan dunia maupun akhirat. Sebab
salah satu kebahagiaan manusia adalah manakala mempunyai anak yang shalih dan
shalihah. Sebagaimana sabda Nabi SAW diriwayatkan Ibni Asakir:
Artinya:
Ada empat hal yang merupakan kebahagiaan seseorang, yaitu.- bila mempunyai
istri yang shalihah, anak-anaknya baik-baik, teman bergaulnya orang-orang yang
shalih dan rizqinya ada di negaranya sendiri.
Dan jika orang
tua telah meninggal dunia, dengan meninggalkan anak yang shalih, pahala akan terus
mengalir dari sebab do’a dan amal baik anaknya. Sebagaimana diterangkan dalam
hadits di riwayatkan abu daud fi kitabil wasoya:
Artinya:
Ketika manusia telah mati, maka putuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara,
yaitu shodaqoh jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang selalu
mendo’akan kepadanya
Dan
diriwayatkan ahmad dari abi hurairah
Artinya:
Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di dalam surga,
lalu ia berkata (keheranan), "Wahai Tuhanku, dari mana derajat setinggi ini
aku peroleh?" Allah menjawab, "Ini disebabkan permohonan ampunan (istighfar)
anakmu untukmu.
Menyelamatkan Anak-anak dari Fitnah Akhir Zaman
Kalau kita
mengamati perilaku anak-anak nakal tidak ibadah kebanyakan saat ini sungguh
memprihatinkan. Kejahatan yang mereka lakukan sudah benar-benar jauh di luar
batas kewajaran. Artinya kejahatan dan kemaksiyatan yang biasanya dilakukan
oleh orang dewasa, kini sudah banyak dilakukan oleh anak-anak bahkan anak-anak
yang termasuk katagori dibawah umur. Apalagi dari tahun ke tahun keadaan zaman
tidak semakin baik tetapi kemaksiyatan justru semakin marak, sebagaimana
diriwayatkan dari Rasulullah SAW dalam Hadit bukhori :
Artinya: Bersabarlah,
sesungguhnya tidak akan datang suatu zaman, kecuali zaman yang akan datang
lebih buruk (keadaannya) daripada zaman sebelumnya, sampai kalian berjumpa pada
Tuhan kalian (mati).
Dengan
kecanggihan teknologi informasi, jika digunakan secara negatif, cepat atau
lambat kerusakan itu juga akan mempengaruhi anak-anak yang baik. Maka tidak ada
yang mampu menghentikan derasnya arus kemaksiyatan itu, dan tidak ada perisai
yang bisa membentengi anak-anak yang baik dari hujaman tajamnya fitnah akhir
zaman kecuali ilmu dan kefahaman. Maka generasi sekarang tidak boleh kalah
walau selangkah dengan kegigihan Iblis dan syetan didalam memperdaya anak cucu
Adam
III.
TIGA TARGET
KEBERHASILAN GENERUS
1. Mempunyai
Ilmu dan Faham Agama (‘Alim Dan Fakih)
Sabda Nabi SAW Riwaya hadits bukhori fi kitabil ilmi
Artinya: Akan
datang suatu fitnah, dimana seorang laki-laki, menjadi orang iman di pagi hari
dan menjadi kafir di sore hari, kecuali orang yang dihidupkan Allah dalam ilmu
(‘alim)
Dan ucapan Umar bin Khotthob:
Artinya: Mencarilah
kefahaman (agama) sebelum kalian semua diserahi tanggung jam (sebagai pemimpin).
Maka tidak bisa
ditawar lagi bahwa generasi penerus harus menjadi orang yang 'Alim (memiliki
ilmu Qur'an Hadits) dan Fakih (memahami garis-garis dan peraturan-peratu Allah-Rasul),
sebagai bekal beribadah kepada Allah dan bekal untuk kelangsung perjuangan
Qur'an Hadits ilaa yaumil qiyamah. Sebab generasi yang bodoh dan tidak
faham agama akan merusak diri dan keluarganya dan merusak kelangsung orang iman
jika diserahi menjadi pemimpin negaranya.
a. Mengerti
dan memahami bahwa ia sebagai hamba Allah, dituntut suatu kewajiban yang tidak
bisa diwakilkan kepada siapapun dan ditunda sesaatpun, yaitu beribadah kepada
Allah.
b. Mengerti
dan memahami bahwa tidak semua ibadah yang diterima oleh Allah, tetapi ibadah
yang benar dan diterima Allah adalah ibadah yang benar-benar "Mukhlishina lahuddin", dikerjakan
secara murni. Artinya, murni pedomannya (Al-Qur'an dan Al-Hadits), murni
pengamalan artinya tidak dicampuri dengan bid'ah, khurofat, syirik, tahayyul
dan murni niat artinya mengharap surga Allah, ingin terhindar dari neraka
Allah.
c. Mengerti
dan memahami bahwa menetapi Qur'an Hadits dengan cara Mengaji, Mengamal,
Membela/mendanai, Bersilaturahim dan Ketaatan adalah menetapi jalan menuju
surga selamat dari neraka.
d. Mengerti
dan memahami terhadap peraturan Allah-Rasul berupa perintah dan larangan, halal
dan haram, dosa dan pahala, yang semua itu pasti ada balasannya, yaitu berupa
surga atau neraka.
e. Mengerti
dan memahami bahwa agama Allah yang haq ini harus diperjuangkan dikembangkan,
dijaga dan dilestarikan. Dengan ilmunya, ia harus mengajarkannya, dengan
lisannya, ia harus bertabligh untuk amar ma'ruf nahi mungkar, dengan tenaganya,
ia harus berbuat sesuatu yang bermanfaat, dengan hartanya, ia harus membela
untuk membiayai dan mendanai kebutuhan-kebutuhan sabilillah.
f. Mengerti
dan memahami bahwa demi kelangsungan dan kelestarian agama Allah yang haq ini,
ia harus mempersiapkan generasi berikutnya, sebagaimana ia telah dibentuk oleh
generasi pendahulunya.
2. Berakhlaqul
Karimah
Salah satu misi
Rasulullah SAW dalam mengembangkan amanat Allah adalah menyempurnakan akhlaq
yang mulia dan beliau sendiri telah menunjukkan keteladannya dengan akhlaqul
karimah kepada ummatnya baik didalam pergaulan, memimpin ummat dan mensyiarkan
Agama Islam. Disamping itu akhlaq yang mulia sesungguhnya adalah akhlaqnya
orang iman, akhlaq yang dicintai oleh Allah dan akhlaqnya ahli surga. Oleh
karena itu sudah selayaknya anak-anak generasi penerus dan sebagai pribadi orang
iman harus memiliki akhlaq mulia bagi Allah dan mulia bagi manusia yang
dimuliakan Allah,
Kita perhatikan dalil-dalil dalam firman
Allah surat Al Ahsab:21
Artinya: Sesungguhnya telah ada pada diri Rosululloh itu suri teladan yang baik (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (bertemu) Allah dan (kebahagian) di hari kiamat dan dia banyak di dzikir kepada Allah
Artinya: Sesungguhnya telah ada pada diri Rosululloh itu suri teladan yang baik (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (bertemu) Allah dan (kebahagian) di hari kiamat dan dia banyak di dzikir kepada Allah
Dan Firman Allah Surat Al Qolam:4
Artinya: sesungguhnya engkau (Muhammad) niscaya
memiliki akhlaq yang mulia
Dengan
memiliki akhlaqul karimah anak-anak akan menjadi orang yang terhormat
dan dengan demikian kehadirannya akan diterima dengan baik dan penuh kebanggaan
oleh lingkungannya, baik di dalam orang islam itu sendiri maupun di kalangan
masyarakat umum, dan juga sebagai sarana amar ma'ruf bilhal. Kongkritnya,
akhlaqul karimah yang harus dimiliki oleh generus adalah:
- Mengerti dan memahami
serta bisa mempraktekkan bertatakrama yang sesuai dengan tuntunan agama, budaya
bangsa, adat istiadat dan norma yang berlaku di tengah masyarakat yang tidak
bertentangan dengan agama.
- Dalam kehidupan sehari-hari,
mereka harus mengerti dan memahami hak-haknya pemimpin para pengurus, para
ulama', para guru, para muballigh dan orang-orang yang dituakan serta
orang-orang yang diamanati dikalangan kamu sekalian.
- Dalam keluarga, mereka
harus mengerti dan memahami hak-haknya orang tua, memahami jasa besar kedua
orang tuanya, wajibnya tha'at terhadap kedua orang tua terutama ibunya dan
beratnya resiko serta siksaan yang Allah berikan baik di dunia maupun di
akhirat, jika berperilaku tidak baik, menyakiti hati apalagi menentang kepada
kedua orang tua.
- Dalam pergaulan dengan.
teman sesama muslim, mereka harus mengerti dan memahami bahwa, teman-teman musllim
adalah teman sejati dari hidup sampai mati, teman setia dari dunia sampai
surga. Maka mereka harus merasa lebih nyaman, tenang dan bangga bergaul dengan
teman sesama muslim.
- Dalam pergaulan di
tengah masyarakat, mereka harus mengerti dan memahami bahwa dirinya adalah
merupakan bagian dari masyarakat pada umumnya, sehingga mereka harus bisa
berinteraksi dengan baik, tidak mengasingkan diri (eksklusif) dengan tetap
menjaga dirinya sebagai orang muslim, berpengaruh dan tidak terpengaruh, tetap
bisa menjaga kehormatan dirinya, keluarganya dan orang muslim serta tetap
mempertahankan kefahaman agamanya.
-
Berusaha menjadi orang yang terbaik
dilingkungannya, terutama bisa menunjukkan sebagai pribadi yang jujur dan
amanah, dua sifat yang amat mahal harganya, yang saat ini hampir punah
dalam kehidupan masyarakat.
3.
Mandiri
Generasi tua tentunya ingin meninggalkan
generasi penerusnya dalam keadaan kuat, baik secara jasmani, rohani maupun
ekonomi dan tidak ingin meninggalkan generasi penerusnya dalam keadaan lemah dan
dhu'afa'. Generasi yang lemah dalam ekonominya dapat mempengaruhi semangat
perjuangan, karena harus memikirkan keperluan perut yang merupakan kebutuhan
yang paling mendasar pada diri manusia.
Target
ini dimaksudkan untuk mengarahkan generasi penerus pada kemandirian hidup.
Yaitu agar mereka memiliki ketrampilan berupa kecakapan/keahlian
pekerjaan/usaha, yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya. Dengan
ketrampilan yang mereka miliki, mereka akan lebih percaya diri dan bersemangat
dalam perjuangan agama Allah. Dengan dukungan ekonomi yang mantap, selain bisa
mencukupi kebutuhan hidupnya, urusan ibadahnya juga lancar. Karena di zaman
sekarang ini, baik urusan dunia maupun akhirat, semuanya memerlukan biaya untuk
kelancarannya. Pepatah Jawa mengatakan "Jer basuki mown bed'. Di
dalam hadits juga diterangkan dalam riwayat Tobroni
Artinya: Ketika di akhir zaman, tidak bisa
tidak (suatu keharusan) bagi manusia menggunakan dirham dan dinar untuk
menegakkan agama dan urusan dunianya.
Di dalam hadits yang lain juga diterangkan tentang perlunya
mencari penghidupan dunia dan akhirat secara seimbang, sebagaimana dalam
riwayat Ibnu Majah tersebut di bawah ini:
Artinya: Sebesar-besarnya cita-cita manusia
adalah orang iman yang bercita-cita ingin meraih sukses urusan dunia dan urusan
akhiratnya.
Dan hadits riwayat
ibni Asakir dari anas
Artinya: Tidak ada sebaik-baiknya kalian orang
yang meninggalkan dunianya karena (urusan) akhiratnya, dan tidak meninggalkan
akhiratnya karena (urusan) dunianya sehingga dia mendapatkan dari kesemuanya.
Maka sesungguhnya dunia itu bekal untuk menuju akhirat Dan janganlah kalian
menggantungkan pada manusia.
Mengingat peran ganda dan tanggung jawab generasi
penerus di masa yang akan datang sangat berat, yaitu di satu sisi mereka harus
bertanggung jawab terhadap diri dan keluarganya dan di satu sisi mereka harus
meneruskan perjuangan agama, maka sejak sekarang mereka sudah harus melakukan
sesuatu yang terencana dan terarah untuk meraih kesuksesan masa depannya,
antara lain yaitu:
-
Jika generasi penerus mempunyai kemampuan,
dalam arti otaknya cerdas, biaya tersedia, dan akhlaqnya baik, maka mereka
harus didorong untuk meraih pendidikan umum yang setinggi-tingginya.
- Belajar
keterampilan, baik melalui kursus-kursus dan pelatihan, atau dengan cara magang
di perusahaan-perusahaan untuk memperoleh pengalaman kerja dan pengetahuan
tentang seluk-beluk berusaha atau mengelola sebuah usaha sehingga mempunyai
penghasilan yang layak.
-
Sejak kecil sudah dibiasakan membantu
meringankan beban dan kesibukan orang tua atau bila memungkinkan membantu
pekerjaan orang tua.
-
Mereka harus mengerti dan memahami bahwa
betapa kerasnya kehidupan dan sulitnya mencari pekerjaan sekarang ini. Maka
mereka tidak boleh malu-malu dalam melakukan suatu usaha apapun, yang penting
benar, halal, menghasilkan dan barokah.
IV.
PERAN GENERASI
TUA DAN UPAYA YANG HARUS DILAKUKAN
Dalam keberhasilan peramutan generasi penerus sudah didalamnya orangtua
yang bertanggung jawab pembinaan generus dalam islam yang disebut Lima
unsur/penunjang keberhasilan generasi penerus yang terdiri dari
2.
Pengurus-Pengurus
3.
Muballigh-Muballighot/Ustadz-Ustadzah
4.
Orang
Tua
5.
Pakar
Pendidik
Kemudian penunjang lain yang bisa menjalankan kesemuanya ini itu harus
ada yang menggerakkan pembinaan peramutan generasi penerus yaitu di sebut Penggerak
Pembina Generasi Penerus (PPG) adalah membina dan melaksanakan teknis pembinaan
generasi penerus yang terdiri dari tugas dan fungsi :
1.
Melaksanakan
Program Pembinaan Generus (Caberawit – Pra Remaja – Remaja)
2.
Mengontrol
Pelaksanaan Kegiatan di Masing-Masing Tempat Pengajian
3.
Mengevaluasi
Hasil Pembinaan
4.
Memberikan
Penyuluhan dan Dorongan Kepada Para Orang Tua Generasi Penerus
5.
Mengadakan
Musyawarah Rutin Untuk Selanjutnya Dilaporkan Kepada Lima Unsur
1. Melaksanakan Program Pembinaan Generus (Caberawit –
Pra Remaja – Remaja)
o Mempelajari dan mentelaah
buku program pembinaan dan buku panduan
o Mengidentifikasi ( mengenali )
potensi dan kondisi tiap tempat pengajian.
o Menyusun jadwal kegiatan
pelaksanaan program di tiap tempat pengajian
o Membentuk asisten guru dari pra
remaja dan remaja.
o Memiliki buku program pembinaan
dan buku panduan.
2. Mengontrol Pelaksanaan Kegiatan di Masing-Masing tiap tempat pengajian
Membuat buku penghubung antara
guru / penyaji materi/ dengan orang tua, yang memuat :
o Daftar isian sima’an
( buku kontrol ) antara anak dan orang tua.
o Daftar isian kontrol amalan harian
3. Mengevaluasi Hasil Pembinaan
Pencapaian target hasil
pembinaan yang telah ditentukan.
Menginventarisasi kendala –
kendala yang ditemui
Membuat program remedial
(pengulangan )
4. Memberikan Penyuluhan dan Dorongan Kepada Para Orang
Tua Generus
Mengadakan pertemuan rutin dengan orang tua/wali
secara berkala.
Mengadakan pertemuan khusus bagi anak yang
bermasalah
5. Mengadakan Musyawarah Rutin untuk Selanjutnya di
laporkan Kepada Lima Unsur
Evaluasi program
Menyusun program tindaklanjut
6. Tahapan Pelaksanaan Program Pembinaan Generus
1.
Di suatu
tingkatan kecamatan membentuk “Penggerak Pembina Generus” (PPG) dengan menunjuk
koordinator dan anggota sesuai kebutuhan/ keperluan
1.
PPG menyusun
program pembinaan, kurikulum dan target pembinaan berdasarkan program
2.
PPG menetapkan
jadwal musyawarah rutin
3.
Menyiapkan
tenaga pengajar di tiap-tiap tempat pengajian
2. Menyiapkan sarana antara lain :
-
Tempat
kegiatan (ruang belajar)
-
Meja-kursi
/ bangku
-
Papan
tulis / white board
-
Alat
praga / gambar-gambar
-
Buku
paket dan alat-alat pendukungnya
-
Pakaian
seragam
-
Overhead
projektor (ohp) / LCD
-
Komputer
-
Tempat
serta alat olah raga dan bermain
3. Pengurus muda-mudi disuatu masjid mendata,
mengelompokkan generus, menentukan tempat dan jadwal kegiatan belajar-mengajar
4. PPG mengadakan sosialisasi program pembinaan kepada
seluruh orang tua tentang:
Ø Hak dan kewajiban orang tua
Ø Hak dan kewajiban anak
Ø Program pembinaan generous
5. PPG mengadakan pengawasan langsung dan evaluasi
hasil kegiatan belajar-mengajar
Ø menyusun instrumen monitoring dan evaluasi
Ø melaporkan
hasil kbm kepada orangtua
6. PPG mengadakan pembinaan / pelatihan kepada pelaksan
kegiatan belajar mengajar dengan materi :
Ø metodologi iqro’ / tilawati
Ø metode
pengajaran
Ø psikologi
pendidikan anak
7. Menyusun anggaran kegiatan
- PENUTUP
Pembinaan generus sangat penting untuk menjamin kelangsungan Qur’an
Hadits ilaa yaumil qiayamah. Sebab orang mukmin yang bisa menetapi
Qur’an Haadits adalah bisa masuk surga selamat dari neraka. Maka kita semua
harus satu kata, satu bahasa dalam pembinaan generasi penerus harus sukses.
Sehingga di dunia Negara kita bisa aman, tidak ada Korupsi Kolusi
Nepotisme, dan tidak ada teroris dan lain sebagai yang bersifat perbuatan2 dosa
& tidak kerukunan serta anak turun kita semua baik mati sewaktu-waktu bisa
masuk surge selamat dari neraka
NB.
Apabila ada kata yang tidak baik
dan tidak tersusun, maka kami mohon masukannya



Tidak ada komentar:
Posting Komentar