1. Mengutamakan Pendidikan Agama
Oleh karena itu, ayah bunda yang bijaksana, jangan sampai anak-anak kita pandai dalam ilmu duniawi namun lemah dalam ilmu akhirat. Terlebih Allah SWT. tidak menyukainya, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW.:
اِنَّ اللهَ تَعَالَى يَبْغَضُ كُلُّ عَالِمٍ بِالدُّنْياَ وَجَاهِلٌ بِاْلأخِرَةِ (رواه الحاكم )
Artinya: Sesungguhnya Allah Yang Maha Luhur murka pada tiap-tiap orang yang pandai ilmu dunia yang bodoh dalam ilmu akhirat.
2. Memantapkankan Akidahnya (Keimanannya)
Iman kepada Allah, iman kepada malaikat-malaikat Allah, kitab-kitab Allah, rasul-rasul Allah, iman kepada hari akhir, iman kepada qodar baik maupun buruk semua dari Allah, adalah merupakan akidah yang benar sebagai modal dasar bagi anak dalam mengarungi kehidupannya. Tanpa akidah yang kuat, anak tidak akan mampu memagari dirinya dari pengaruh-pengaruh negative. Dengan akidah yang kuat, ketahanan keimanan anak juga akan kuat. Oleh karena itu, sejak kecil orang tua sudah harus mengenalkan dan menumbuhkan rasa cinta kepada Allan, cinta kepada Rasulullah dan cinta kepada orang-orang yang shalih, senang dengan kisah-kisah teladan para nabi, sahabat Nabi dan ulama shalih, serta senang mendatangi majelis ilmu. Orang tua ibarat arsitek yang seharusnya memiliki rencana dan strategi ke depan anaknya mau dijadikan seperti apa. Sebagaimana Rasulullah SAW :
كُلُّ إِنْسَانٍ تَلِدُهُ أُمُّهُ عَلَى اْلفِطْرَةِ وَأَبَوَاهُ بَعْدُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ فَإِنْ كَاناَ مُسْلِمَيْنِ فَمُسْلِمٌ ... الحذيث (رواه مسلم في كتاب القدر)
Artinya: Tiap-tiap manusia dilahirkan oleh lbunya atas fithroh (bersih dari dosa), kemudian setelah itu kedua orang tuanya lah yang menjadikan anak itu yahudi, nashroni atau majusi. Jika kedua orang tuanya islam, maka anaknya juga islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar