1.
Fungsi Agama
Dalam fungsi agama mengandung 13
nilai dasar berupa: imam, taqwa, kejujuran, tenggang rasa, rajin, kesalehan,
ketaatan, suka membantu, disiplin, sopan santun, kesabaran, kasih sayang,
tanggung jawab yang harus diterapkan orang tua terhadap anak-anaknya
Ketiga belas nilai-nilai dasar agama
tersebut adalah merupakan kebutuhan rohani setiap manusia, yang dapat
mengarahkan mereka memperoleh keyakinan beragama yang benar, jadi muslim yang
faqih dan berakhlakul karimah, kepatuhan menjalankan perintah agama dan
meninggalkan larangan agama dengan penuh kesadaran sendiri, keluarga taat yang
tepat dalam menanamkan keyakinan kepada anak-anak bahwa setiap perbuatan pasti
mendapatkan balasan yang sama. Menanamkan pemahaman yang jelas tentang dosa dan
pahala, halal dan haram, surga dan neraka, yang diharapkan dapam member
penghayatan beragama sang anak. Sesuai tingkat kebutuhan dan kemampuannya,
apakah masih usia, anak-anak, remaja atau dewasa.
“Barangsiapa yang mengerjakan
amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka
sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya
akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang
telah mereka kerjakan.”(Q.S. An-nahl : 97).
2.
Fungsi Sosial Budaya
Dalam fungsi sosial budaya mengandung
7 nilai dasar berupa: gotong royong, sopan santun, kerukunan, kebersamaan,
kepedulian, toleransi, dan kebangsaan yang harus diwariskan orang tua terhadapa
anak-anaknya.
Keluarga adalah unit sosial terkecil.
Baik buruknya masyarakat dinilai dari profil-profil keluarga di dalamnya,
menyangkut peran keluarga dalam menginternalisasi/ menanamkan nilai-nilai moral dan
norma-norma sosial terhadap anak. Dalam kehidupan sosial pun kini banyak
bermunculan perilaku remaja dan anak-anak yang suka menerjang dan menyimpang
dari norma-norma sosial.
Sementara itu ada sebuah ungkapan mengatakan bahwa "keluarga adalah mutiara", begitu berharganya! Karena dari sebuah keluarga lah seseorang lahir, tumbuh dan berkembang menjadi individu dewasa. Karena kehidupan keluarga itulah yang akan menjadi inti berhasil atau gagalnya sebuah kehidupan seseorang.
Sementara itu ada sebuah ungkapan mengatakan bahwa "keluarga adalah mutiara", begitu berharganya! Karena dari sebuah keluarga lah seseorang lahir, tumbuh dan berkembang menjadi individu dewasa. Karena kehidupan keluarga itulah yang akan menjadi inti berhasil atau gagalnya sebuah kehidupan seseorang.
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri
beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari
langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami
siksa mereka disebabkan perbuatannya.surat al’arof ayat 96
3.
Fungsi Cinta Kasih
Dari fungsi keluarga ini dapat
membentuk karakter anak yang penuh cinta kasih sesama manusia bukan karakter
koruptor yang serakah tapi berpenampilan orang terhormat, yang menjadi watak
penyakit yang sangat kronis di negeri ini yang sepertinya sudah sangat sulit
dan disembuhkan, kecuali dimusnahkan saja.
Tolong-menolonglah
kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya
Allah amat berat siksa-Nya. ( Surat Al-MAidah Ayat 2 )
4.
Fungsi Perlindugan
Dalam fungsi perlindungan mengandung
4 nilai dasar berupa: aman, pemaaf, tanggap, dan tabah yang harus diterapkan
orang tua terhadap anak-anaknya. Keluarga adalah tempat anggota keluarga
mendapatkan perlindungan dari ancaman fisik ekonomi dan psikososial.
Keluarga adalah tempat di mana
anak-anak harus dibangun keberaniannya mengatakan dan mengerjakan apa yang
diyakininya benar, mempertahankan apa yang menjadi haknya, juga tempat belajar
mempertanggungjawabkan perbuatannya, belajar mengendalikan diri menerima
realitas di atas usaha yang sudah dilakukan.
5.
Fungsi Reproduksi
Dalam fungsi reproduksi mengandung 3
nilai dasar berupa tanggung jawab, sehat, dan teguh yang harus diterapkan orang
tua terhadap anak-anaknya.
Bertanggung jawab merupakan sikap
yang baik bagi setiap anggota keluarga. Semua anggota keluarga baik orang tua,
maupun anak-anak harus mempunyai sikap bertanggung jawab terhadap segala
tindakan yang akan atau sudah dilakukan dengan segala akibatnya.
Pemupukan sikap bertanggung jawab
pada fungsi reproduksi dalam kehidupan keluarga, oleh orang tua terhadap
anak-anak harus secara bijaksana disesuaikan dengan usianya. Berbicara soal
fungsi reproduksi terutama yang berkaitan dengan seks dan perilaku seksual
jangan dianggap tabu lagi saat ini, agar anak-anak mengetahui sekaligus bertanggung
jawab atas segala akibat apabila terjadi penyalahgunaan seksual.
Sehat secara reproduksi merupakan
dambaan bagi setiap anggota keluarga. Setiap orang harus mampu menjaga
kesehatan reproduksinya agar mendapat keturunan yang sehat dan berkualitas.
Sehat secara reproduksi dalam
kehidupan keluarga, pada Fungsi
Reproduksi, berkaitan dengan fisik, fungsi dan system reproduksi serta
mempunyai sikap reproduksi yang baik agar terbebas dari berbagai penyakit
kelamin.
Keteguhan dalam menjaga kesucian
reproduksi dan mempertahankan tidak melakukan hubungan seksual sebelum nikah
merupakan sikap tegas seseorang yang harus ditanamkan oleh orang tua terhadap
anak-anak kita.
Menanamkan keteguhan dalam kehidupan
keluarga, pada Fungsi Reproduksi,
berkaitan dengan menjaga kesucian organ reproduksi dengan tidak melakukan
hubungan seksual sebelum nikah, menghindari perkosaan atau pelecehan seksual.
Janganlah kalian mendekati zina,
karena sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan seburuk-buruknya jalan.(
Surat Al-Isro Ayat 32)
6.
Fungsi Sosialisasi Pendidikan
Dalam fungsi sosialisasi pendidikan
mengandung 7 nilai dasar berupa: percaya didri, luwes, bangga, rajin, kreatif,
tanggung jawab, dan kerjasama yang harus diterapkan orang tua terhadap
anak-anaknya.
Keluarga adalah pusat pendidikan yang
pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan, baik yang berkaitan
dengan emosinya mapun kreativitasnya.
Menanamkan sifat percaya diri dalam
kehidupan keluarga, melalui Fungsi Sosialisasi/Pendidikan,
berkaitan dengan kemampuan orang tua untuk menanamkan sifat kemandirian
anak-anak dalam berbuat, bertindak, mengungkapkan dengan pertimbangan dan
keputusan yang tidak bergantung kepada orang lain.
Luwes merupakan sikap yang baik untuk
menjadi kepribadian seseorang. Orang luwes akan mempunyai banyak teman dan
pengalaman karena mudah bergaul dan berteman di mana saja, kapan saja, dan di
mana pun. Orang tua sebaiknya menumbuhkan sikap luwes ini terhadapa
anak-anaknya yang dimulai dari rumah. Selanjutnya dalam hidup di masyarakat
yang lebih luas.
Sikap manusia sesungguhnya selalu
ingin mendapatkan penghargaan dari orang lain atas prestasi yang dicapainya
sekecil apapun. Sikap bangga semestinya ditanamkan sejak dini dari orang tua
terhadap anak-anaknya agar bisa menghargai dirinya sendiri. Bangga dalam arti
sewajarnya, bukan bangga dalam arti berlebihan yang menjurus pada kesombongan.
Menumbuhkan sikap bangga dalam kehidupan
keluarga, melalui Fungsi
Sosialisasi/Pendidikan, berkaitan dengan kemampuan orang tua dan anak-anak
untuk menghargai atas segala tugas atau pekerjaan yang telah selesai
dilaksanakan secara bijaksana sesuai dengan prestasi yang dicapainya sehingga
menimbulkan kesenagan diri.
Ada pepatah mengatakan “rajin pangkal
pandai-hemat pangkal kaya”. Pepatah iini masih perlu dijadikan motivasi bagi
anak-anak kita supaya terus berupaya memiliki sifat rajin. Orang tua yang bijak
senantiasa memperhatikan kecenderungan sikap dan perilaku anak-anaknya. Apakan
termasuk anak-anak yang rajin atau malas. Bila anak-anak cenderung menjadi
pemalas, kewajiban kita memotivasi anak supaya menjadi rajin.
Menumbuhkan sifat tajin dalam
kehidupan keluarga, melalui Fungsi
sosialisasi/Pendidikan, berkaitan dengan kemampuan orang tua dan anak-anak,
agar selalu berusaha menyediakan waktu dan tenaga, pantang menyerah untuk
mencapai cita-citanya atau harapannya.
Menanamkan sifat kreatifitas dalam
kehidupan keluarga, melalui Fungsi
sosialisasi/Pendidikan, berkaitan dengan kemampuan orang tua membimbing
anak-anaknya supaya melakukan kegiatan untuk menghasilkan karya-karya baru yang
bermanfaat dan berguna bagi dirinya maupun orang lain.
Tanggung jawab merupakan sikap yang
baik bagi setiap anggota keluarta. Sikap tanggung jawab harus dilatihkan kepada
anak-anak secara bertahap sesuai usianya. Orang tua semestinya menerapkan sikap
tanggung jawab terhadap anak-anak sejak dini yang dimulai dalam keluarga.
Menerapkan sikap bertanggung jawab
dalam kehidupan keluarga pada Fungsi
Sosialisasi/Pendidikan, berkaitan dengan upaya orang tua dan anak-anak agar
mengetahui apa yang menjadi tugas masing-masing, mengerti bagaimana cara
melakukannya serta berani mengambil resiko.
Seperti pepatah menyataka: “ringan
sama dijinjing-berat sama dipikul” adalah cerminan dari suasana kerjasama.
Kerjasama merupakan bagian dari kebersamaan yang selalu didambakan oleh semua
orang di mana saja. Dengan adanya kerja sama di antara kita, apakah dalam
keluarga maupun di masyarakat segalanya akan selesai. Apabila hidup dalam
keluarga terdapat kerjasama di antara anggota keluarga, maka segala beban hidup
akan terasa lebih ringan.
Menumbuhkan sikap kerja sama dalam
kehidupan keluarga, dalam Fungsi
Sosialisasi/Pendidikan, berhubungan kesediaan orang tua dan anak-anak untuk
saling menolong, suka kerja kelompok, setia kawan dan adanya pembagian tugas
dengan orang lain.
7.
Fungsi Ekonomi
Dalam fungsi ekonomi mengandung 5
nilai dasar berupa: hemat, teliti, disiplin, peduli, dan ulet yang harus
diterapkan orang tua terhadap anak-anaknya.
Keluarga harus memiliki kemandirian
ekonomi, tidak selalu mengharapkan belas kasihan orang lain. Prinsip ini pula
harus diwariskan dan ditanamkan pada anak-anak.
Ekonomi keluarga yang mandiri dan
stabil harus senantiasa menjadi prioritas karena itu penerapan nilai-nilai
dasar fungsi ekonomi di atas sangat penting.
Menumbuhkan perilaku hemat dalam
kehidupan keluarga, melalui fungsi
Ekonomi, berkenaan dengan kesiapan orang tua dan anak-anak tidak berlaku
boros, tidak memaksakan diri dalam memenuhi keinginan melainkan sesuai dengan
kemampuan dan kebutuhan dalam membeli atau menggunakan sesuatu.
Iklan di televise selalu
mengingatkan: “teliti sebelum membeli”. Teliti dalam segala hal merupakan sikap
terpuji. Karena dengan teliti kita dapat memperhitungkan keuntungan dan
kerugian, sehingga dapat memperkecil kesalahan. Teliti berlaku dalam segala
hal, termasuk dalam soal ekonomi. Setiap anggota keluarga semestinya memiliki
sikap teliti harus diawali oleh orang tua dalam keluarga, agar menjadi
kepribadian anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
Menumbuhkan sikap teliti dalam
kehidupan keluarga, melalui fungsi
ekonomi, berkenaan dengan kemampuan orang tua dan anak-anak memperhitungkan
segala sesuatunya secara teliti, sehingga dapat menghindari dan memperkecil
kesalahan.
Menanamkan sikap ulet dalam kehiduapn
keluarga, melalui Fungsi Ekonomi,
berkaitan dengan kemampuan orang tua dan anak-anak terus berusaha tanpa
mengenal lelah dalam meraih keberhasilan dan tidak menyerah atau putus asa
ketika mengalami kegagalan.
Menumbuhkan sikap peduli dalam
kehidupan keluarga, melalui Fungsi
Ekonomi, berkenaan dengan kewajiban orang tua dan anak-anank untuk membantu
saudara, teman atau tetangga sekitar yang memerlukan bantuan karena kurang
mampu secara ekonomis.
Menumbuhkan sikap dalam kehidupan
keluarga, melalui Fungsi Ekonomi,
berhubungan dengan kemampuan orang tua dan anak-anak dalam menepati waktu,
mematuhi aturan termasuk dalam menggunakan anggaran belanja sesuai dengan
anggaran yang ada dan disepakati bersama.
8.
Fungsi Lingkungan
Dalam fungsi lingkungan mengandung 2
nilai dasar berupa: bersih dan disiplin yang harus diterapkan orang tua
terhadap anak-anaknya.
Perilaku bersih merupakan tindakan
yang terpuji. Terdapat pepatah mengatakan bahwa bersih adalah pangkal sehat.
Kebersihan dlam Agama Islam dianggap sebagian daripada keimanan seseorang
terhadap Tuhannya. Setiap anggota keluarga hendaklah mempunyai perilaku bersih
dalam segala hal, terutama lingkungan di mana kita hidup. Apalagi kita selak
orang tua harus mampu menunjukkan perilak bersih yang dapat ditiru oleh
anak-anak kita dalam keluarga dan lingkungan lebih luas.
Perilaku bersih dalam lingkungan
keluarga, dalam Fungsi Lingkungan, berkaitan
dengan kewajiban orang tua memberikan bimbingan, bagaimana perilaku bersih itu
diterapkan terhadap anak-anak di mana saja hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar